Home » Wisata Waduk Darma Kuningan
Ngulik Wisata

Wisata Waduk Darma Kuningan

Wisata Waduk Darma Kuningan
Sumber : Jabar.inews.id

Ngulikan – Ngulik Wisata – Waduk Darma merupakan salah satu objek wisata alam dari Jawa Barat yang cukup kental akan mitos dan misterinya. Berada di bagian barat Kota Kuningan, tepatnya di Desa Jagara, Kecamatan Darma, berikut kisah mistis yang menjadi daya tariknya.

Asal-usul dan Sejarah Waduk Darma

Dilihat dari kacamata fakta, Waduk Darma disebut-sebut merupakan hasil dari usulan pabrik gula di daerah Brebes, Jawa Tengah. Pada saat itu, pemerintah Belanda yang masih menguasai Tanah Nusantara mulai merancang desain untuk infrastruktur bendungan itu.

Namun, kedatangan Jepang yang memiliki keinginan sama, yaitu menguasai Bumi Pertiwi, membuat rencana Belanda tertunda. Seiring berjalannya waktu dan usaha pahlawan membuahkan hasil, proyek pembangunan waduk itu terbengkalai.

Kemudian, di tahun 1959 saat Indonesia berada di bawah pemerintahan Presiden Soekarno, proyek itu kembali dilanjutkan. Dengan menggandeng tenaga ahli asal Belanda, Waduk Darma dinyatakan rampung setelah tujuh tahun pembangunan.

Sementara itu, jika melihat dari sudut legenda, Waduk Darma dikatakan telah ada bahkan sebelum masa penjajahan. Pada masa para wali, waduk di kawasan Jagara itu merupakan situ atau danau besar yang dibangun oleh Mbah Satari.

Mbah Satari atau dikenal dengan nama Mbah Dalem Cageur merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di daerah Kuningan. Menurut cerita masyarakat, Mbah Dalem Cageur membangun waduk dengan air dari Cihanyir agar putra kesayangannya punya tempat bermain.

Selain itu, kegemaran Mbah Dalem Cageur, memelihara ikan tawar, juga menjadi awal mula dibangunnya bendungan ini. Akan tetapi, kedukaan membuat Mbah Dalem Cageur meminta agar pengairan waduk dihentikan.

Sang putra yang karam dengan perahu buatannya di bendungan membuat Mbah Dalem Cager berpikir bahwa situ yang dibuatnya berbahaya. Keputusan itu juga dibuat agar jasad sang putra, yakni Pangeran Gencay bisa ditemukan.

Kisah berlanjut hingga sampai pada usulan pabrik gula di Brebes, kemudian pembangunan proyek lanjutan oleh kontraktor Belanda. Seiring perkembangan zaman, mitos dan misteri tumbuh menjadi daya tarik kawasan ini.

Tiket Masuk Waduk Darma Kuningan

Terhampar di kawasan seluas +- 425 hektar, Waduk Darma kini dijadikan sumber mata air penting bagi masyarakat. Dengan volume air sebesar 39.000.000 m³, waduk ini mampu mengairi ribuan hektar sawah milik warga.

Selain itu, waduk ini juga dijadikan sektor wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Dalam sepekan, sebelum pemberlakuan pembatasan mobilitas masyarakat, wisata Waduk Darma bisa dipenuhi sedikitnya 800 pengunjung di hari biasa.

Baca juga : Banyak Pilihan Wahana Di Kampung Turis Karawang Yang Patut Untuk Di Coba

Indonesia memang terkenal dengan wisata alam berdaya tarik hal mistik. Fenomena ini terbukti pada tingginya minat wisatawan lokal dalam menelusuri kisah-kisah masyarakat terdahulu.

Berbagai sektor wisata alam yang menenangkan, dijadikan tempat healing sekaligus tempat untuk tafakur. Waduk Darma sebagai salah satu wisata alam dengan mitos-mitos yang membuat penasaran orang-orang, mendorong wisatawan berdatangan, berharap melihat kebenarannya.

Selain itu, tarif tiket masuk yang sangat terjangkau menjadikan wisata alam di Kecamatan Darma menarik minat masyarakat. Harga tiket masuk wisata Waduk Darma Kuningan ini berkisar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.

Sepuluh ribu untuk anak-anak, sedangkan lima belas ribu untuk orang dewasa. Sementara untuk retribusi parkir, pengunjung hanya harus mengeluarkan Rp3 ribu sampai Rp4 ribu rupiah, tergantung kendaraan apa yang dipakai.

Misteri dan Mitos Waduk Darma

Kekayaan Indonesia akan alamnya yang memesona tidak dapat dipungkiri. Waduk yang terletak tak jauh dari pusat Kota Kuningan ini adalah salah satunya.

Hamparan air jernih serta hawa yang segar menjadikannya sebagai tempat berlibur ataupun rest area untuk rehat sejenak. Namun, sebagaimana lokasi wisata lainnya, Waduk Darma juga tidak terlepas dari berbagai mitos dan misteri yang mengiringi perkembangannya.

Misteri pertama yang masih sering didengar dari masyarakat adalah soal Waduk Darma yang menenggelamkan sembilan dusun. Di antaranya, Desa Darma, Jagara, Cikupa, Kawahmanuk, Cipasung, Sakerta Barat, Sakerta Timur, Parung, dan Paninggaran.

Berdasar informasi yang terus berkembang dari mulut ke mulut, bendungan ini tak hanya menenggelamkan permukiman, tetapi juga situs-situs bersejarah. Berawal dari sinilah, mitos-mitos tumbuh dan beberapa disangkut-pautkan dengan sejarah Mbah Dalem Cageur.

1. Siluman Belut Putih

Mitos pertama yang menjadi sumber rasa penasaran pengunjung wisata adalah belut putih. Menurut cerita pengunjung yang pernah melihat penampakan belut putih, ukuran belut itu sangat besar sehingga sulit digambarkan.

Sebagian masyarakat percaya akan ceritanya, tetapi tidak sedikit juga yang meragukan. Karena hal itu, masyarakat mencoba memancing menggunakan kerbau sebagai umpan agar siluman itu muncul.

Di saat yang sama, warga yang menyaksikan dikejutkan dengan munculnya siluman belut putih yang sekelebat dan menelan kerbau. Sejak saat itu, terlepas dari percaya atau tidaknya, siluman belut putih menjadi mitos yang makin berkembang di masyarakat.

2. Cikurubuk

Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, cikurubuk adalah sebutan Sunda untuk air yang berputar di tengah-tengah bendungan, yaitu pusaran. Menurut cerita masyarakat, siapa pun yang mengenai pusaran itu, dipastikan akan tenggelam.

Menurut penuturan warga, ketika seseorang tenggelam akibat cikurubuk, mayatnya yang muncul disebut munjul bangke. Dari mitos ini pula, mitos baru hadir dan jadi perbincangan.

3. Munjul Bangke

Munjul Bangke merupakan gabungan kata dari Bahasa Sunda yang artinya tempat menonjol dan bangke. Jika dilihat dari sejarahnya, nama Munjul Bangke dipakai untuk menyebut tempat peristirahatan setelah mayat Pangeran Gencay ditemukan di Jagara.

Namun, dalam cerita yang berkembang di masyarakat, istilah munjul bangke digunakan ketika korban tenggelam cikurubuk muncul ke permukaan. Berdasar tafsiran ini, munjul bangke yang dijadikan mitos dimaknai sebagi bangkai gang timbul.

4. Gunung Goong

Mitos selanjutnya yang membuat cukup banyak orang penasaran dan ketakutan saat mendapat kebenarannya adalah Gunung Goong. Lokasinya berada tepat di tengah-tengah waduk ini.

Meskipun tidak banyak orang yang betul-betul berani uji nyali di tempat ini, beberapa warga yang mengetahui menuturkan beberapa keganjilan. Di antaranya adalah gamelan yang berbunyi sewaktu-waktu.

Jika dikaitkan dengan legenda Mbah Satari, sekeliling situ memang dijadikan tempat masyarakat menabuh gamelan. Hal itu biasa dilakukan saat Pangeran Gencay dan teman-temannya bermain di tengah-tengah perah buatan Mbah Dalem Cageur.

Selain itu, perhatian masyarakat pada pengunjung yang memberanikan diri menelusuri area itu adalah  soal ikan merah dan hitam. Jika tampak mengedip, wisatawan diharap waspada dan lebih berhati-hati karena itu dianggap sebagai pertanda buruk.

Terlepas dari semua mitos dan misteri yang tetap lestari, masyarakat diminta tetap waspada agar liburannya tetap aman. Kewaspadaan dapat dilakukan dengan menjaga norma-norma serta adab saat berada di kawasan wisata alam, seperti Waduk Darma.

Demikianlah ulasan mengenai wisata Waduk Darma yang terletak di dekat pusat Kota Kuningan dan menyimpan beragam mitos dan misteri. Tanpa terikat percaya atau tidak, beranikah Anda uji nyali di Waduk Darma?

About the author

Rasya

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published.

Category